Berapa Kali Detak Jantung Normal?
Para peneliti menemukan jumlah detak jantung yang berada di batas paling tinggi menunjukkan tingginya risiko terkena sakit jantung dan stroke.

Dunia medis sejak dulu menegaskan detak jantung manusia normal berkisar antara 60 sampai 100 kali per menit. Namun sebuah penelitian yang dirilis the Journal of Epidemioloy and Community Health, Amerika Serikat, menemukan bahwa kesimpulan soal jumlah detak jantung normal ini sudah saatnya ditinjau ulang.
Para peneliti menemukan jumlah detak jantung yang berada di batas paling tinggi menunjukkan tingginya risiko terkena sakit jantung dan stroke. Sebagian lainnya menunjukkan kaitan dengan diabetes dan obesitas. Menurut para ahli, jangankan detak jantung berjumlah 100 per menit, mereka yang detak jantungnya 90 bahkan 80 per menit selayaknya dicurigai mengalami gangguan jantung.
Sebelumnya, penelitian yang dirilis America Journal of Hypertension menunjukkan mereka yang memiliki detak jantung di level tertinggi akan berisiko meninggal karena serangan jantung. Para peneliti mengamati 50 ribu pria dan wanita sehat selama dua dekade. Di akhir penelitian, 4000 di antara mereka meninggal akibat serangan jantung. Peneliti kemudian menghubungkannya dengan jumlah detak jantung.
Mereka menyimpulkan, setiap kenaikan detak jantung 10 kali per menit akan meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 18 persen pada wanita dan 10 persen pada pria. Penelitian juga menunjukkan, mereka yang memiliki detak jantung 80 kali per menit cenderung akan mengalami diabetes dan obesitas setelah dua dekade.
Lantas, bagaimana mempertahankan detak jantung yang lebih rendah? Para peneliti menyarankan untuk meningkatkan latihan bagi jantung Anda, terutama latihan yang memiliki interval. Ini bermanfaatkan meningkatkan pasokan darah yang dipompa oleh jantung pada setiap detaknya. Jadi, jika dalam kondisi normal jantung Anda berdetak 80 kali per menit, sebaiknya Anda hati-hati. Kurangi frekuensi bersantap di restoran Padang dan perbanyak olahraga.


















