Preview Film: Kung Fu Panda 2

Sebagai persiapan untuk menonton Kung Fu Panda 2 (2011) yang akan mulai diputar di bioskop bulan Agustus ini, tidak ada salahnya kita menilik beberapa cerita dan fakta menarik yang mewarnai pembuatan film animasi ini. Film yang disutradarai oleh Jennifer Yuh Nelson ini akan kembali menceritakan tentang petualangan Po si panda jagoan bersama kelima temannya yang juga ahli kung fu.

Sebagai persiapan untuk menonton Kung Fu Panda 2 (2011) yang akan mulai diputar di bioskop bulan Agustus ini, tidak ada salahnya kita menilik beberapa cerita dan fakta menarik yang mewarnai pembuatan film animasi ini. Film yang disutradarai oleh Jennifer Yuh Nelson ini akan kembali menceritakan tentang petualangan Po si panda jagoan bersama kelima temannya yang juga ahli kung fu. Tentunya, film yang didukung oleh pengisi suara terkenal seperti Jack Black, Gary Oldman, Dustin Hoffman, dan Angelina Jolie ini akan menjadi pilihan pas untuk mengisi waktu Anda bersama keluarga.

Dalam Kung Fu Panda 2, Po (Jack Black) yang kini menjalani kehidupan impiannya sebagai Ksatria Naga masih tinggal di Lembah Kedamaian bersama guru kung fu dan teman-temannya. Tapi, kehidupan Po yang tenang mulai terganggu dengan kemunculan seorang musuh berbahaya bernama Lord Shen (Gary Oldman).

Saat tahu bahwa Shen berencana untuk menggunakan sebuah senjata rahasia untuk menguasai Cina dan menghancurkan kung fu, si Panda jagoan ini mau tak mau harus turun tangan. Tapi, sebelum Po dapat mengerahkan seluruh potensinya sebagai pendekar kung fu yang hebat dan mengalahkan sang musuh, ia harus memulai perjalanan untuk menguak masa lalunya terlebih dahulu.

Jennifer Yuh Nelson yang kini duduk sebagai sutradara Kung Fu Panda 2 dipilih oleh para produser setelah melihat kontribusinya yang sangat besar pada film pertamanya. Dalam Kung Fu Panda (2008), tidak tanggung-tanggung, Nelson menjabat sebagai Head of Story, Action Sequences Supervisor, sekaligus Dream Sequence Editor.

Jen sudah berada di sana sejak awal, dan ia memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk ceritanya. Kalau ada orang yang memahami materi dari film ini, para karakternya serta dunia yang mereka tinggali, Jen adalah orangnya. Ia menjadi sutradara dari Kung Fu Panda 2 merupakan kemajuan yang sangat alami,” kata Melissa Cobb, sang produser.

Untuk menangani ceritanya, duo penulis naskah Kung Fu Panda, Jonathan Aibel dan Glenn Berger, juga kembali bergabung untuk menulis kisah lanjutannya. Tema sentral dari Kung Fu Panda 2 sendiri adalah perjalanan Po dalam mencari tahu tentang asal usul dan jati dirinya yang sesungguhnya.

“Pada saat Po sudah merasa nyaman sebagai perannya sebagai Ksatria Naga dan pemimpin dari The Furious Five, kejadian yang tidak disangka-sangka membuatnya mempertanyakan hal-hal yang tidak pernah terpikir sebelumnya. Dari manakah ia berasal? Bagaimana ia sampai ke sana? Kenapa ayahnya adalah seekor angsa sementara ia sendiri adalah seekor panda? Sayangnya, ayah Po tidak memiliki jawaban yang memuaskan atas pertanyaannya. Jadi, Po menghabiskan sisa film ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu – dan apa yang ditemukannya akan mengubah hubungannya dan ayahnya selamanya,” kata Berger menjelaskan.

Lord Shen: Sang Merak yang Mematikan

Untuk memberikan lawan yang sepadan bagi Po, tokoh merak albino bernama Shen pun dihadirkan dalam film ini. “Lord Shen sendiri awalnya tidak terlihat mengesankan. Lagipula, dia adalah seekor merak putih, sama sekali bukan ancaman kan? Tapi, selain kemampuan bertarungnya yang mengagumkan, ia juga memiliki kecepatan, dan semuanya itu juga ditambah lagi dengan adanya persenjataan. Dia jahat dan menakutkan dengan caranya sendiri,” kata Nelson.

Untuk menghidupkan karakter Shen yang cerdas sekaligus jago bela diri ini, para pembuat film Kung Fu Panda 2 menjatuhkan pilihan mereka pada sang aktor watak legendaris, Gary Oldman. “Shen adalah karakter yang menarik. Kecerdasannya berujung pada sebuah perhitungan yang salah, dan apa yang diharapkannya akan menjadi sebuah penemuan yang patut dirayakan, ternyata justru menjadi sebuah senjata yang ditakuti. Ini sama saja seperti saat dimana seorang anak membanggakan sesuatu yang telah ia capai, dan ternyata hal itu dianggap salah.

Hal ini menimbulkan rasa sakit yang sangat besar baginya – kini ia tidak lagi hanya ingin membuktikan kalau ia benar, tapi ia juga ingin menghabisi siapapun yang menghalangi maksudnya,” kata Oldman tentang karakter Shen yang diperankannya.

Suguhan Visual yang Menakjubkan

Salah satu hal yang menonjol dalam Kung Fu Panda 2 adalah aspek visual yang kini makin dipercantik dengan adanya teknologi 3D. “Efek yang dapat kami capai kini sudah lebih canggih daripada beberapa tahun yang lalu, terutama dengan adanya teknologi 3D. Jadi, kita bisa membuat adegan aksinya sesuai dengan apa yang kita inginkan,” kata Nelson. Bila di film pertama, petualangan Po hanya terjadi di Lembah Kedamaian, dalam film keduanya, si panda jagoan ini juga akan dibawa berkelana sampai Kota Gongmen. Hal ini memungkinkan tim animator untuk membawa para karakter film ini dalam latar yang lebih indah dan beragam.

Dari segi visual, Kung Fu Panda 2 tidak hanya menawarkan penggambaran lanskap indah dan animasi karakter yang menarik. Gerakan-gerakan kung fu yang indah juga kembali menjadi poin penting dalam film ini. Rodolphe Guenoden yang kembali menjabat sebagai storyboard artist dalam film ini mengatakan bahwa dirinya terinspirasi untuk menambahkan beberapa adegan kung fu yang digunakan Shen setelah melihat para atlet senam ritmik di Olimpiade Beijing.

Shen sangat anggun, elegan, tapi dapat berubah menjadi sosok yang mengancam, bahkan mematikan,” katanya. “Saya pikir penggabungan antara gerakan bela diri asli dan gerakan-gerakan yang tidak terduga dan bahkan aneh merupakan sesuatu yang hebat. Untuk membuat seorang petarung yang dapat melakukan gerakan-gerakan tersebut, menaikkan kakinya sampai hampir menyentuh kepalanya, dan bisa melakukan hal itu sambil membawa pedang. Ada banyak kreativitas yang bisa kita gunakan dalam karakter ini dan itu sangat menyenangkan.”

Kung Fu Panda 2 di Mata Kritikus

Para kritikus dan penonton sendiri nampaknya cukup puas dengan kualitas Kung Fu Panda 2 sebagai tontonan keluarga yang menarik. Pihak-pihak yang kecewa dengan penceritaan dalam sekuel ini tentu juga ada. Meski sudah dipercantik dengan teknologi animasi paling canggih dan didukung pula dengan visualisasi menawan yang disokong oleh teknologi 3D, masih ada yang berpikir bahwa aspek visual yang ditampilkan dalam film ini merupakan kemunduran dari film pertamanya.

“Kali ini hanya ada dua atau tiga adegan yang memberikan tawa dalam keseluruhan film ini, dan aspek visual dalam film ini juga mengecewakan,” kata Mick LaSalle dalam artikelnya di San Fransisco Chronicle.

Namun, secara keseluruhan, lebih banyak pihak yang puas daripada kecewa. Colin Covert dari Minneapolis Star Tribune sendiri memberikan skor tinggi untuk film animasi ini.

“Film ini berusaha untuk mengembangkan seri ini baik dalam aspek penceritaan maupun visualnya. Film ini memperkenalkan masalah-masalah yang kompleks secara emosional, dan juga menambah cakupan baru melalui teknologi 3D. Dalam semua aspek-aspek ini, hasilnya sungguh mengesankan.”

Sutradara: Jennifer Yuh Nelson
Penulis Naskah: Jonathan Aibel, Glenn Berger
Pengisi Suara: Jack Black (Po), Angelina Jolie (Tigress), Dustin Hoffman (Shifu), Gary Oldman (Shen), Jackie Chan (Monkey), Seth Rogen (Mantis), Lucy Liu (Viper), David Cross (Crane), James Hong (Mr. Ping)
Genre: Animasi, aksi, petualangan, komedi, keluarga. Durasi: 91 menit. Rating: 7,0 (IMDB), 67 (Metacritic), 82% (Rotten Tomatoes)

Penulis: SHINTA SETIAWAN

 
Artikel yang telah dibaca