Di Bawah Bayang-bayang Mantan Vokalis

Dalam sebuah band atau grup musik, tanpa bermaksud menyampingkan posisi lain, vokalis adalah posisi yang paling strategis. Bahkan hingga sudah keluar atau dikeluarkan pun, seringkali nama sang mantan vokalis masih tetap disebut ketika membicarakan soal grup musiknya. Apalagi jika vokalis penggantinya masih belum bisa menyuguhkan sesuatu yang baru dan khas di telinga penggemar lama.

Dalam sebuah band atau grup musik, tanpa bermaksud menyampingkan posisi lain, vokalis adalah posisi yang paling strategis. Suka atau tidak suka, vokalis merupakan pusat perhatian dan sangat berpengaruh terhadap pencitraan dari sebuah band, terutama di mata masyarakat umum. Perhatian dan pengaruh itu akan makin besar jika sang vokalis juga merangkap sebagai pencipta lagu dan juru bicara atau pemimpin dari grup musiknya.

Bahkan hingga sudah keluar atau dikeluarkan pun, seringkali nama sang mantan vokalis masih tetap disebut ketika membicarakan soal grup musiknya. Apalagi jika vokalis penggantinya masih belum bisa menyuguhkan sesuatu yang baru dan khas di telinga penggemar lama. Itulah yang terjadi pada sejumlah grup musik yang kehilangan vokalis lamanya, entah karena mengundurkan diri atau dipecat.

Memang ada grup musik yang sukses dengan kehadiran vokalis anyar, tapi tidak sedikit juga yang tetap di bawah bayang-bayang mantan vokalisnya. Bagaimana dengan di Tanah Air? Setidaknya, sejauh ini ada 6 grup musik Indonesia yang –menurut saya– masih harus berjuang agar tidak identik lagi dengan mantan vokalisnya. Apa saja?

  1. Cokelat
    Mantan vokalis: Kikan Namara.
    Pendengar lagu-lagu Cokelat yang terbiasa dengan suara Kikan dulu memang harus mulai mencoba menerima suara Sarah Hadju, sang vokalis baru dari grup musik asal Bandung ini. Namun meskipun Sarah punya suara dengan kekhasan tersendiri tapi tetap saja hal itu tidak bisa menghilangkan begitu saja bayang-bayang Kikan dan suara khasnya dari Cokelat. Butuh waktu dan strategi khusus.
  2. Dewa 19
    Mantan vokalis: Ari Lasso.
    Ketika Once Mekel ditarik masuk Dewa 19, sebenarnya ia punya modal kuat untuk menggeser kesan identiknya Ari Lasso dengan grup musik asal Surabaya ini. Apalagi kehadiran Once didukung dengan ikut berubahnya juga musik Dewa 19. Sayangnya, posisinya di grup ini sejak tahun 2000 terkesan kurang maksimal karena harus berbagi porsi dengan Ahmad Dhani yang pada saat itu mulai menjadi vokalis utama juga. Tidak heran begitu terdengar kabar Once keluar, nama Ari Lasso yang langsung mencuat kembali untuk kembali bergabung. Meskipun susah terwujud, hal tersebut menunjukkan masih sedemikian identiknya Dewa 19 dengan vokalis pertamanya itu. Suatu beban berat bagi vokalis baru pengganti Once nanti.
  3. Drive
    Mantan vokalis: Anji.
    Setelah ditinggal Anji, kabarnya Drive sekarang sudah menemukan vokalis baru, bahkan sudah masuk rekaman. Tapi sampai artikel ini selesai ditulis, belum ada pengumuman siapa sosok vokalis baru mereka. Yang jelas, suka atau tidak, sosok dan suara Anji sudah kadung melekat dengan Drive sejak awal. Termasuk hal yang tidak mudah bagi vokalis barunya kelak dan juga para personel lain untuk menghapus kesan tersebut. Hingga saat ini, rasanya masih susah membayangkan lagu-lagu Drive seperti Bersama Bintang dan Akulah Dia dinyanyikan oleh vokalis baru.
  4. Jikustik
    Mantan vokalis: Pongki Barata.
    Mengingat selama ini, selain menyanyi, Pongki juga berperan besar dalam menciptakan lagu-lagu Jikustik, maka bisa dibilang beban Brian Prasetyoadi sebagai vokalis baru band asal Jogja ini lumayan berat. Dua single baru yang sudah diluncurkan sepertinya belum menunjukkan kekuatan suara yang khas dari Brian yang bisa menggeser pengaruh Pongki dari lagu-lagu Jikustik selama ini.
  5. Kerispatih
    Mantan vokalis: Sammy.
    Meskipun sudah ada lagu baru dari Kerispatih yang menghadirkan Fandy Santoso sebagai vokalis baru, tapi sampai sekarang sepertinya finalis Indonesian Idol itu masih belum bisa menggantikan suara cukup khas dari Sammy saat masih menjadi vokalis band ini dulu.
  6. Seurieus
    Mantan vokalis: Candil.
    Setelah ditinggal Candil, sebenarnya tahun lalu Seurieus sempat merilis lagu Cinta itu Sudah Mati dengan Boym, sang vokalis barunya. Setelah itu, ada juga single lain berjudul Proposal Cinta. Tapi, jujur saja, kehadiran kembali Seurieus dengan vokalis barunya lewat beberapa lagu tersebut masih sulit untuk menghapus kesan identiknya grup musik ini dengan suara dan penampilan Candil.

Apa yang bisa dilakukan oleh para personel lain yang masih bertahan untuk menghapus atau setidaknya meminimalkan kesan masih identiknya grup musik mereka dengan sang vokalis lama? Bisa macam-macam. Mulai dari menghadirkan vokalis baru yang punya keunggulan dan ciri khas setara atau lebih hingga keputusan sulit: mengganti nama band.

Yang jelas, bukan dengan berkomentar negatif atau agak merendahkan mantan vokalisnya hanya karena sakit hati, seperti yang seringkali terjadi. Tentunya itu bukanlah tindakan yang bijaksana. Bisa-bisa malah semakin menambah beban vokalis baru dan memperbesar antipati penggemar grup musik itu yang lebih cocok dengan vokalis lama.

Bukan begitu?

[Foto: Benny Chandra]

Penulis: BENNY CHANDRA

 

Empat Hal Seputar Album Keempat Maroon 5

Ada kabar baik bagi para penggemar band Maroon 5. Saat ini, grup musik yang terdiri dari Adam Levine (vokal), Michael Madden (bas), James Valentine (gitar), Matt Flynn (drum), dan PJ Morton (kibor) itu sedang bersiap meluncurkan album baru. Tepatnya, album studio keempat. Tiga album studio mereka sebelumnya adalah Songs About Jane (2002), It Won't Be Soon Before Long (2007), dan Hands All Over (2010).