Wanita Sebagai Sosok Sentral dalam Prometheus

Wanita adalah sosok penting di franchise Alien. Kehadiran Ellen Ripley sebagai tokoh utama dalam Alien (1979) menetapkan franchise ini sebagai seri film yang menampilkan wanita jagoan. Kehadiran Ripley sebagai sosok yang selamat dari teror makhluk asing ini sengaja dirancang untuk membedakan Alien dengan film fiksi ilmiah yang kerap menampilkan pria sebagai tokoh utama. Dan di Prometheus (2012), Ridley Scott kembali akan membawa para wanita hebat.

PENEROKA - Wanita merupakan sosok penting dalam franchise Alien. Kehadiran Ellen Ripley sebagai tokoh utama dalam Alien (1979) menetapkan franchise ini sebagai seri film yang menampilkan wanita jagoan. Kehadiran Ripley sebagai sosok yang terus menerus selamat dari teror makhluk asing ganas di luar angkasa ini memang sengaja dirancang untuk membedakan Alien dari film-film fiksi ilmiah yang menampilkan pria sebagai tokoh utamanya. Dalam kisah pendahulunya yang akan dirilis pada musim panas tahun ini, Prometheus (2012), Ridley Scott bersama para penulis naskah film ini kembali akan membawa tradisi ini ke layar lebar.

Di tahun 2009, 20th Century Fox merekrut Jon Spaihts untuk menulis naskah cerita Prometheus. Proyek yang tadinya dirancang Spaihts sebagai prekuel dari Alien ini kembali akan menghadirkan elemen-elemen yang begitu familiar dari franchise Alien seperti adanya facehugger, space jockey, dan chestburster. Selain itu, salah satu bagian penting yang mengikat Prometheus dengan franchise Alien adalah kembali hadirnya sosok seorang wanita kuat sebagai protagonisnya.

“Jujur saja, saya merasa bahwa kami membutuhkan energi wanita dalam ceritanya. Saya pikir ini merupakan bagian dari semesta yang kami warisi dari Alien, ketika kami mengeksplorasi ketegangan dan dualitas dari manusia dan alien, serta android, dan perusahaannya. Secara khusus, tekanan antara kekuatan alien yang mengerikan dan kemanusiaan. Sejujurnya, saya pikir seorang wanita adalah protagonis terbaik untuk membawa kisahnya,” kata Spaihts.

Kehadiran wanita atau sosok-sosok feminin sendiri dapat dilihat dengan jelas dalam film Alien. Selain menampilkan sosok Ripley, Alien juga menampilkan ‘Mother’ sebagai komputer pengendali di kapal Nostromo, sementara sosok sang alien sendiri juga menampilkan dualitas dari karakter maskulin dan feminin yang membuat film ini lekat dengan isu seksualitas. Bagi Spaihts, kehadiran elemen-elemen seperti kehamilan dan proses kelahiran yang dihadirkan dalam Alien juga merupakan sesuatu yang membuat kemunculan seorang protagonis wanita sebagai sesuatu yang esensial dalam film ini.

Selain itu, Spaihts juga menekankan bahwa hadirnya wanita sebagai sosok sentral dalam franchise Alien dan Prometheus merupakan sesuatu yang tepat. Karena, dalam banyak sisi, benturan antara karakter wanita yang punya sisi lembut dan alien sebagai pembunuh brutal yang ganas menghadirkan kekontrasan yang sangat menarik.

“Tentu saja, di cerita Alien asli, seorang wanita adalah sosok yang merupakan kebalikan yang sempurna dari makhluk buas ini, makhluk yang sepertinya dirancang secara sempurna sebagai pembunuh manusia, dan makhluk ini melakukannya dengan cara yang transgresif: ia memerkosa, menghamili, ia memiliki mulut di dalam mulutnya, ia menggigit dan mengoyak, ini merupakan sebuah gambaran dalam mimpi buruk,” kata Spaihts menjelaskan. “Saya pikir seorang protagonis wanita merupakan gambaran yang tepat untuk menghadirkan kontradiksi: ia lembut sementara alien ini memiliki tameng; rapuh sementara alien ini bergigi dan bertaring; dan telanjang sementara alien ini merupakan sosok berpelindung lengkap.”

Bila Alien memiliki Ellen Ripley, maka Prometheus memiliki Elizabeth Shaw. Tapi, meski sama-sama wanita, baik Ripley maupun Shaw merupakan sosok dengan kepribadian yang berbeda. Menurut Spaihts, Ripley yang diperkenalkan di Alien sebagai pekerja kerah biru dalam kapal Nostromo tentu merupakan karakter yang tidak bisa disamakan dengan Shaw, sang peneliti yang bertekad untuk mencari tahu asal-usul kehadiran manusia di Bumi. “Elizabeth Shaw jelas-jelas bukan Ripley, karena ia merupakan karakter yang sangat berbeda, ia digerakkan oleh kekuatan-kekuatan yang berbeda. Ia menempati posisi protagonis ini dengan cara yang berbeda.”


Selain Shaw, Prometheus juga menghadirkan karakter wanita lain bernama Meredith Vickers yang diperankan oleh Charlize Theron. “Meredith Vickers merupakan sesuatu yang secara keseluruhan berbeda: seorang wanita yang menempati arketip yang belum pernah ditempati oleh sosok wanita dalam franchise ini,” tambah Spaihts.

Theron pun memiliki definisi sendiri terhadap karakter yang diperankannya. “Saya berperan sebagai semacam orang jahat di film ini,” katanya. “Ia bukan orang yang berpegang pada keyakinan. Ia bukan seorang ilmuwan. Ia adalah birokrat yang harus dipatuhi semua orang. Ia bekerja dengan perusahaan yang mensponsori perjalanan ini dan Anda dapat merasakan bahwa ia jelas memiliki sebuah agenda yang baru kita ketahui di babak ketiga nantinya,” katanya. Yang jelas, apapun posisi yang ditempati wanita-wanita ini dalam Prometheus, kita dapat meyakini bahwa karakter yang mereka hadirkan bukanlah sosok klise yang sudah sering tampil dalam film horor berbalut fiksi ilmiah.

Perjalanan wanita-wanita hebat ini dapat disaksikan dalam Prometheus, film karya Ridley Scott yang akan dirilis bulan depan. Naskah film ini ditulis oleh Jon Spaihts dan Damon Lindelof. Prometheus dibintangi oleh Noomi Rapace, Michael Fassbender, Idris Elba, Logan Marshall-Green, Sean Harris, Rafe Spall, Guy Pearce, dan Charlize Theron. Menurut rencana, Prometheus akan dirilis tanggal 8 Juni 2012 di Amerika Serikat.

Penulis: SHINTA SETIAWAN

 

Komedi Romantis Joko Anwar untuk Hari Valentine

Apakah Anda sudah punya rencana bagaimana akan menghabiskan hari Valentine tahun ini? Mungkin dengan makan malam, menonton film, atau menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasih? Tahun ini, mungkin Anda ingin mencoba untuk melakukan sesuatu yang lain di hari kasih sayang ini. Tepat di tanggal 14 Februari nanti, Joko Anwar akan mengajak Anda untuk menonton sebuah film komedi romantis secara online bersama dengan ribuan orang.