5 Fakta “I Will Always Love You” versi Whitney Houston

Dalam beberapa minggu belakangan ini, lagu ‘I Will Always Love You’ yang dinyanyikan oleh Whitney Houston pada 1992 lalu kembali melejit, baik secara penjualan maupun popularitasnya, sesaat setelah meninggalnya sang biduanita. Lagunya sendiri, selain memang enak didengar juga menyimpan sejumlah fakta menarik seputar proses penggarapannya. Apa saja?

PENEROKA – Dalam beberapa minggu belakangan ini, lagu “I Will Always Love You” yang dinyanyikan oleh Whitney Houston pada 1992 lalu kembali melejit, baik secara penjualan maupun popularitasnya, sesaat setelah meninggalnya sang biduanita.

Lagunya sendiri, selain memang enak didengar juga menyimpan sejumlah fakta menarik seputar proses penggarapannya. Apa saja?

  1. Bukan pilihan pertama.
    Adalah lagu “What Becomes of the Brokenhearted”-nya Jimmy Ruffin yang sebenarnya jadi pilihan pertama Kevin Costner untuk dinyanyikan Whitney Houston dalam film “The Bodyguard” yang diproduserinya itu. Tapi Whitney merasa tidak cocok dengan pilihan tersebut. Begitu juga David Foster sebagai penata musik dan produser rekaman. Setelah itu, barulah Kevin kemudian mengusulkan lagu “I Will Always Love You”. Lagu ini sebenarnya juga hampir ditolak David karena tidak pernah mendengarnya. Demikian seperti diceritakan komponis kondang itu dalam buku biografinya, “Hitman: Forty Years Making Music, Topping the Charts, and Winning Grammys”.
  2. Telepon dari Dolly Parton.
    Ketika diminta mengaransemen kembali lagu “I Will Always Love You”, awalnya David Foster tidak tahu bahwa lagu tersebut merupakan ciptaan Dolly Parton yang juga pernah dinyanyikannya sendiri. David hanya menemukan versi yang dinyanyikan Linda Ronstadt. Tapi saat proses rekaman hendak dimulai, tiba-tiba David ditelepon Dolly yang mengingatkan soal bait ke-3 yang tidak dinyanyikan Linda. Isi bait tersebut adalah “And I hope life will treat you kind / And I hope that you have all / That you ever dreamed of.” Kekuatan lagu itupun semakin lengkap saat Whitney Houston menyanyikan liriknya secara lengkap.
  3. Direkam bersamaan dengan pengambilan gambar.
    Karena Kevin Costner dan sutradara Mick Jackson menginginkan Whitney Houston tidak lipsync saat tampil menyanyikan lagu itu dalam adegan film “The Bodyguard”, maka proses rekaman suaranya dilakukan bersamaan dengan pengambilan gambar. Lokasinya di ruang bola Hotel Fontainebleau, Miami, Amerika Serikat, sekitar bulan April 1992.
  4. Ide akapela di awal lagu.
    Salah satu bagian paling kuat dari “I Will Always Love You” versi Whitney Houston ada pada bagian di mana dia bernyanyi secara akapela atau tanpa iringan musik di awal lagu. Sesuatu yang sangat membedakan versinya dengan versi milik Dolly Parton maupun Linda Ronstad. Ternyata ide akapela itu bukan datang dari Whitney ataupun David Foster. David malah sempat menentang dan menganggap ide tersebut aneh. Jadi, siapa yang berada di balik ide itu? Kevin Costner.
  5. Melejit kembali setelah 20 tahun berlalu.
    Setelah hampir 20 tahun berlalu sejak kesuksesannya menguasai tangga lagu di era 1992-1993, lagu “I Will Always Love You” versi Whitney Houston mendadak kembali masuk dalam tangga lagu dunia sejak pertengahan Februari 2012 lalu. Sebut saja seperti Billboard Hot 100 dan UK Top 40 Singles. Sementara di tangga lagu Billboard Digital Songs, lagu tersebut memulai gebrakan baru dengan langsung menempati posisi nomor 3. Disebut “gebrakan baru” karena 20 tahun lalu tangga lagu yang disusun berdasarkan data penjualan lagu digital itu belum ada. Sayangnya, kesuksesan yang terulang kali ini harus dibarengi dengan kepergian sang diva untuk selamanya.

Foto cover: chinasmack.com

Penulis: BENNY CHANDRA

 

Deretan Lagu Terpopuler Sepanjang Tahun 2011

Selain merilis daftar album-album terlaris di tahun 2011, Mediatraffic.de juga melengkapi hasil survei musiknya dengan merilis daftar yang berisi lagu-lagu terpopuler di sepanjang tahun 2011. Dan, tak mengherankan, Adele kembali menguasai daftar ini. Dua lagu Adele, Rolling in the Deep dan Someone Like You, berhasil tampil cukup kuat dengan memasuki daftar sepuluh besar.